Awal tahun 2020, Ibukota disambut dengan kabar tidak menyenangkan. Hampir semua wilayah Jakarta dan Tangerang dikepung banjir. Rumah tenggelam hingga mencapai atap, mobil terendam bahkan terbawa air. Pemandangan yang kerap terlihat jika hujan terus tercurah semalaman, mengingat padatnya wilayah ibukota dan juga hujan kiriman dari kota Bogor. Di tempat tinggalku sendiri, di Ciputat, Alhamdulillah tidak terkena banjir karena lingkungan perumahan yang cukup tinggi, namun terkena dampak pemadaman listrik sejak pagi hingga malam hari. Di tengah suasana banjir, aku bersyukur dengan kehadiran OYO Hotels Indonesia


What?! Bersyukur? Kok bisa? gimana, gimana?




RENCANA TINGGAL RENCANA

Liburan akhir tahun 2019 sebenarnya kami rencanakan berkeliling Pulau Jawa sekalian mencoba tol trans Jawa yang kece itu. Rencana berangkat memang setelah tahun baru, karena dua keponakan menjalani khitan saat liburan sekolah.


pasca khitan, menghabiskan waktu sarungan sambil bermain lego


Kepada mereka dijanjikan, kalau bekas khitan sudah mengering, maka akan liburan ke Jawa Timur sekalian melihat-lihat pondok untuk melanjutkan belajar pasca selesai sekolah dasar nanti. Sebagai keluarga yang suka traveling dengan budget pas-pasan, beberapa kali misalkan perjalanan ke Bandung, kami mengandalkan tidur di mobil dan mandi di sebuah pom bensin yang memang dibolehkan untuk mandi.

Prinsip keluarga ‘yang penting jalan, urusan nginap belakangan’ ini terus berlaku mengingat budget hotel biasa mencapai angka 1 juta, apalagi saat weekend dan liburan. Maka kehadiran Oyo Hotels, jaringan hotel asal India ini bagi kami adalah berita yang sangat menggembirakan. Hotel yang dahulu adalah barang mewah, dengan kehadiran OYO, bisa mendapatkan harga yang ramah di kantong. Apalagi kita bisa pesan langsung melaluli aplikasinya. Maka menyiapkan liburan, dimulailah hunting OYO hotel di beberapa kota yang akan disinggahi.

Kembali ke rencana libur tadi, siapa sangka bahwa Jakarta dikepung banjir sampai beberapa pintu tol  ditutup. Hmm, begitulah manusia berencana, Tuhan yang menentukan. Lupakan keliling Jawa. Dan yang terjadi apa? Bocah pada ngambek, ngomel seharian di tahun baru. Mau mandi air mati nggak nyala, mau nge-game dan nge-youtube ponsel kehabisan daya. Maka, ramailah rumah dengan rengekan.

Bingung dengan rengekan, tiba-tiba teringat akan Bailey's Lagoon City, sebuah apartement yang baru dibangun di Ciputat dan bekerja sama dengan OYO. Jadi kita bisa nginap di apartement tanpa harus sewa tahunan. Istilahnya, nginap di bintang lima harga kaki lima. Kebayang dong, ada kolam renang, fasilitas lengkap dengan harga dibawah 500 ribu.

Nah, sebelum kita masuk ke OYO BAILEYS Apartement yang sudah menjadi penyelamat di kala banjir dan buat makin cinta. Yuk kita bahas, asal muasal dan kisah OYO Hotels ini.


OYO MILIK SIAPA SIH?

Kalau biasa disebut orang india, kebanyakan kita akan terbayang dengan Shah Rukh Khan actor terkenal dari India. Kali ini kita bertemu CEO muda nan kaya bernama Ritesh Agarwal. Lalu bagaimana cerita sehingga ia bisa mendirikan jaringan hotel ?

Usia 18 tahun, Ritesh mengalami satu musibah yang membuatnya tidak dapat masuk apartemennya. Malam itu dia putuskan untuk menginap di hotel. Apa yang ia dapati kemudian adalah resepsionis yang sudah tidur sehingga menunggu lama dalam proses check in. Setelah memasuki kamar, bukannya bisa langsung istirahat karena kondisi kamar yang cukup berantakan, kamar mandi bocor dan pembayaran yang hanya bisa cash, tidak menerima pembayaran via kartu kredit.

Hal itu membuat dia resah, 'kalau begini terus, India akan kehilangan pelancong baik dari dalam dan dari luar negeri.’ Sungguh suatu pemikiran anak bangsa yang sangat mencintai negerinya.

Saat itu ia berpikir, bagaimana agar hotel di India memiliki standar hotel yang bagus dengan biaya ekonomis, tidak seperti kebanyakan sekarang ini. Siapa sangka keresahannya malah menjadi sumber penghasilannya di masa depan. Kira-kira seperti inilah gambaran CEO muda, Ritesh Agarwal.




Keren gila nggak sih, umur 13 tahun sudah pintar membuat website. Saya masih ngapain saat itu? huhuhu, masih sibuk beradaptasi di sekolah berasrama. Pantas, di usia 26, Ritesh sudah menjadi miliarder dengan bisnis jaringan hotel ketiga terbesar di dunia.

Benarlah sebuah buku yang berjudul 'Millenials kill everything' bahwa kita tidak bisa lagi menganggap remeh para millenial yang menggunakan teknologi sebagai dasar untuk mendirikan dan menjalankan bisnisnya. Apalagi di era revolusi 4.0 sekarang ini. Dalam buku tersebut diceritakan mengapa kaum Millenial bisa menjadi pembunuh berdarah dingin bagi begitu banyak produk dan layanan. Prilaku dan preferensi yang berubah begitu drastis sehingga menjadi tidak relevan dan perlahan punah ditelan zaman.

Berdiri pada tahun 2013 pertama kali di India, OYO menggandeng pengembang penginapan dengan mengadopsi model manajemen franchise. Artinya, pemilik properti yang menjadi mitra OYO harus tunduk pada aturan perusahaan, termasuk memenuhi standar operasional yang ditetapkan. 

Awal mendirikan tidak banyak pihak yang percaya OYO yang menerapkan bisnis model marketplace hotel atau akomodasi low budget. Melansir dari website katadata.co.id yang mengutip dari QZ, Ritesh mengikuti program "20 under 20" Thiel Fellowship pada 2013. Ia pun menjadi satu-satunya warga India yang lolos program dua tahunan yang dirancang oleh pendiri PayPal, Peter Theil. Ritesh pun mendapat uang senilai US$ 100 ribu dan mendapat bimbingan dari pengusaha, investor dan ilmuwan di bidang teknologi di Silicon Valley, Amerika Serikat dalam mendirikan OYO.

Dalam pertumbuhannya, bisnis OYO pun mencapai 300% setiap tahunnya. Dimana dua per tiga dari pengguna OYO merupakan pelanggan tetap. Setelah sukses di negara sendiri, OYO yang berakronim On Your Own melebarkan sayapnya ke Cina, Nepal dan Malaysia. Sejak 2018, Indonesia menjadi negara keempat yang diprioritaskan dalam mengembangkan bisnisnya. Terbukti okupansi (jumlah unit pada suatu hotel yang terpakai) naik dari 25% menjadi 80%. Terciptanya lapangan pekerjaan menjadi keuntungan bagi negara yang dimasuki OYO.

Sukses di Asia, OYO mulai memasuki pasar Amerika Serikat dan Eropa. Kini, perusahaan milik pemuda India itu sudah memiliki lebih 850 ribu kamar di dunia dalam waktu enam tahun berdirinya.

Gambaran perkembangan OYO dari mulai berdiri hingga sekarang


OYO BAILEYS CITY

Jika kalian bayangkan Oyo hanyalah properti lama yang bekerja sama dan di upgrade sesuai standarisasi OYO, anggapan itu tidak sepenuhnya salah. Mungkin awalnya seperti itu.

Tapi dalam perkembangannya, OYO bekerja sama dengan pemilik properti yang baru dibangun dan sering disebut type Flagship. Biasanya tipe ini adalah jenis apartement yang baru dibangun, walau tidak semua. Salah satunya adalah OYO Baileys City Apartement di Ciputat yang saya dan keluarga tinggali ketika liburan sekaligus ngungsi tahun baru kemarin.

Menuju tahun baru, hujan mengguyur sepanjang malam. Saat itu di perumahan Komplek Telkom di Ciputat masih aman. Hingga esok harinya, komplek masih aman karena letaknya sedikit tinggi. Tapi tidak dengan komplek lainnya seperti Pondok Hijau, komplek Batan, perumahaan legoso permai dan beberapa perumahan lainnya. Belum lagi jalan akses keluar menuju Universitas Terbuka, Pondok Cabe, air di kali meluap sehingga membanjiri jalanan. Walau ngeri dan turut bersedih melihat berita maupun video yang beredar, kami bersyukur tidak terkena dampak langusung.

Awal tahun yang dibuka dengan suasana sendu, hujan yang belum berhenti disertai hawa dingin membuat kami tidur kembali sehabis subuh. Jam Sembilan ketika listrik mati, barulah sadar belum memenuhi tangki air. Alhasil air hanya bisa mandi untuk beberapa orang saja. Hingga jam 3 sore, saya sendiri belum juga mandi (tutup muka)

Ponsel kakak sudah mati. Tinggal nunggu giliran saja ponsel saya menyusul. Saat itulah, baru teringat, kenapa kita nggak staycation aja sih di OYO. Dekat ini dari rumah. Langsung deh, pesan kamar di aplikasi Oyo. Alhamdulillah, masih dapat di detik-detik terakhir kamar yang penuh.


Mengendarai sepeda motor dari rumah, kami memasuki halaman apartement yang luas menuju lantai bawah, tempat parkir kendaraan tamu yang menginap. Jika menggunakan taksi daring, maka bisa langsung ke atas menuju pintu lobby.

Kira-kira seperti inilah jalan masuk menuju lobby atas dan lantai bawah area parkir mobil dan sepeda motor.


Halaman luas OYO Baileys City (dokpri)


area parkir sepeda motor (dokpri)

parkir mobil di  OYO Baileys City (dokpri)


Setelah parkir, langsung naik lift menuju LG. FYI, khusus lantai GF dan LG bisa diakses tanpa kartu. Keluar dari lift, pandangan saya tertuju dengan area lobby yang luas dengan beberapa kursi mewah untuk para tamu. Sementara Kakak chek-in, saya meminta tolong bocah untuk mengambil gambar saya. Dan hasilnya, ya begini inilah ya.




Berhubung membawa Ibu berkursi roda, kami meminta lantai-lantai bawah saja kepada resepsionis (padahal mah sebenarnya nggak ngaruh ya kalau naik lift, haha) dengan sopan mereka berkata bahwa lantai paling rendah yang kosong adalah lantai 8.

Nenek gaol yang suka staycation



Ssst, ternyata isinya kebanyakan pengungsi karena rumah banjir atau terkena dampak pemadaman listrik seperti kami. INI PASTI KARENA HARGA KAMAR YANG EKONOMIS KAN??? Jadi kami para ‘pengungsi’ ini tidak terlalu banyak mengeluarkan biaya besar untuk bisa menginap di hotel.

Kalau dahulu sering mendengar artis Tina Toon yang tinggal di bilangan Kelapa Gading selalu mengungsi ke hotel kala banjir melanda Ibukota. Saya selalu mikir, berapa biaya yang dihabiskan mereka (wkwk, kurang kerjaan ya) Tapi dengan adanya OYO, jika ingin menginap di hotel maka tidak perlu khawatir lagi tabungan jebol, haha.

Lalu, apa saja sih fasilitas yang di dapat?

  • Wifi cepat
  • Shower (ada air panas juga) 
  • Air mineral 
  • Tempat tidur queen size
  • Linen bersih (seprai, pelapis kasur, sarung bantal, selimut, towel, keset dll) 
  • TV 
  • AC
  • Lemari dan Gantungan baju 
  • Meja kerja 
  • Lampu Tidur di samping nakas kanan dan kiri 
  • Kolam renang 


para penguasa televisi ya bocah-bocah ini

Ketika akhirnya masuk kamar, kamar mandi adalah tujuan utama. Dibawah kucuran shower rasanya tidak ingin mengakhiri mandi, wkwk. Cung! siapa yang menjadikan kamar mandi di hotel sebagai spot favorit? haha. Alhamdulillah hilang letih dan bau seharian tidak mandi. Malamnya kami memesan makanan via aplikasi online. Istimewanya di OYO Baileys Ciputat ini, dekat dengan berbagai macam kuliner. Kalau malas makan di hotel, di seberang OYO, ada gerai ayam dan kopi yang terkenal asal Amerika. Begitupun kuliner lainnya. Paling recomended sih bebek madura yang nggak jauh dari Masjid Agung Ciputat.

Tidak bersiap dengan membawa camilan, tengah malam kelaperan, kami kembali memesan kebab. Diet? mulai besok ajalah ya, haha. Keesokan harinya, begitu bangun para bocah kembali bersemangat mengajak renang.


Monmaap, Tante nya lebih asik fotoin area kolam renang daripada fotoin bocah lagi berenang haha



Puas banget nggak sih, dengan biaya 300 ribu, sudah bisa menikmati kamar layaknya fasilitas hotel berbintang. Bisa berenang, mandi shower, ada mesin air panas juga. Berbicara soal kolam renang, para bocah nggak mau rugi sama sekali. Malam pertama di OYO, walau dingin mereka tetap mau nyebur. Begitupun setelah bangun pagi keesokan harinya. Memanfaatkan fasilitas sebaik mungkin dah judulnya, haha.


senyum sumringah nenek dan cucu karena akhirnya bisa staycation di OYO Hotel Indonesia

Kebahagiaan para bocah belum berakhir. Setelah chekout, kita tidak langsung kembali ke rumah melainkan langsung menuju Mall untuk bermain timezone. Beberapa mall yang dekat aksesnya, yaitu Bintaro xchange Mall dan Bintaro Jaya Plaza. Btw, sebelum sakit stroke dan menggunakan kursiroda, Ibu saya adalah ibu-ibu yang doyan traveling bahkan berpesan kepada kami, "jika ada kesemptan traveling kemanapun atau diajak orang kemana aja, ikutan aja. banyak berjalan, banyak dilihat." Maka, setelah sakit begini yang tidak memungkinkan untuk traveling sesering dahulu, maka staycation di hotel saja sudah merasa happy banget. Alhamdulillah tetap dapat membahagiakan orangtua dengan OYO Hotel.

Dibawah ini, teman-teman bisa melihat foto dan potongan-potongan video keseruan kami di channel Youtube saya. Tonton yaa



STAYCATION SELANJUTNYA DIMANA YA?

Setelah merasakan asyiknya menginap di OYO Flagship Baileys City di Ciputat. Nagih dong! jadi pengen cobain OYO yang lain. Nah, kalau nanti jadi melanjutkan perjalanan ke Jawa yang sempat tertunda karena banjir, saya sudah hunting. Pilihan jatuh pada hotel murah di Surabaya. tepatnya sih OYO Flagship Pavilion Permata Surabaya. Bukan tanpa alasan sih pilih ini. Kapan hari itu melihat foto seorang narablog senior yang sedang staycation di OYO no 2261 ini. Dan saya kembali memilih tipe apartement karena jelas ada kolam renang yang bakal menjadi spot favorit bocah.

Tapi, dalam waktu dekat kalau lagi mumet deadline, saya pengen coba staycation lagi di hotel Jakarta. Pilihan saya nggak jauh-jauh dari ibukota. Dan yang kupilih adalah OYO Townhouse 2 hotel gunung sahari. Selain letaknya di tengah kota, ada kolam renang dan fasilitas yang lengkap juga. Lagian kemarin itu, di Baileys nggak sempat berenang karena sibuk jagain bocah. Kolam renang terpisah sih, tapi tetap aja nggak berani nyebur, khawatir lalai menjaga bocah.


Dek, jangan bilang abang-abangmu ya kita staycation lagi. Nanti tante ajakin kamu doang, xixi.


MEDIA SOSIAL

Zaman sekarang sebelum memutuskan membeli sesuatu, pergi ke suatu tempat ataupun menginap di hotel pasti suka mengintip media sosial terlebih dahulu. Media sosial berguna bagi brand dan layanan untuk mempromosikan ‘dagangan’nya, dan tinggal kita sebagai konsumen untuk memilih.

Btw, OYO juga memiliki akun media sosial loh. Isinya juga super seru. Dimulai dari info bermanfaat, menarik, uptodate, seputar promo OYO dan konten yang paling saya sukai, yaitu givaeway, yeiyy!


akun Instagram OYO yang saya follow

Kalau kamu jamaah twitter yang lebih suka nge-twitt daripada posting foto di instagram, tenang, karena OYO juga memiliki akun Twitter.

akun twitter OYO yang saya ikuti

Jadi, bagi kalian yang belum follow, ayo buruan, nggak bakal rugi deh !

APA YANG MEMBUATMU CINTA OYO?


Nah, ngomongin soal cinta. Kadang, ketika orang ditanya pada suka menjawab, ya nggak ada alasan, cinta mah cinta aja. Saya sendiri sih, kalau ditanya masalah cinta, ya mon maap masih jomblo jadi belum tau alasannya apa, hihi. Tapi kalau ditanya, apa sih yang membuat saya cinta OYO? Kalau ini sih jelas ada jawabannya. Setidaknya, ada 5 alasan seperti yang tertera di gambar bawah ini.







Kalau kamu ditanya, apa alasanmu?






Ulasan saya di google map



Salam Cinta untuk OYO dari kami yang 'mengungsi' sekaligus staycation di awal tahun 2020 lalu.