Kebaikan itu menular. Ketika melihat seseorang berbagi, biasanya dalam hati tebersit keinginan yang sama, apalagi jika keadaan kita pun memungkinkan untuk berbagi. Maka, esok lusa kita mengikuti aksi tersebut.


Bentuk paling sederhana dalam kebaikan berbagi bisa berbentuk senyuman. Seseorang tersenyum kepada kita, maka kebahagiaan akan dirasa dan tanpa disadari kita balas tersenyum kepadanya dan kepada siapa yang ditemui setelahnya. Menular bukan?

Jika kita sudah memahami bahwa kebaikan itu menular, maka perlu langkah selanjutnya untuk menebarkan kebaikan agar lebih banyak yang merasakan.

Terkadang kita berpikir, ngapain sih mau berbuat baik harus diposting dan ngajak orang lain, bukannya tangan kanan memberi, tangan kiri enggak tahu, lebih baik?

Memang hal ini jauh lebih baik. Tapi, tahu kah teman-teman? Terkadang banyak orang mampu tapi tidak tahu ingin memberi kemana. Maka, ketika ia membaca postingan, akan tahu dan tertarik untuk mengikuti. Jika sebelumnya ia lupa, ketika kita ajak, bisa jadi akan sangat berterimakasih karena sudah diingatkan. Bukankah menjadi pahala dari sebuah usaha menebarkan kebaikan?

Terkait tanggapan negatif, biarkan saja orang berkata apa. Karena yang kita butuhkan hanya penilaian Tuhan bukan hambaNya.

Inisiator Wakaf Kolektif Alumni 


Berbicara soal kebaikan berbagi, saya ingin menceritakan sebuah pengalaman beberapa tahun lalu bersama satu angkatan semasa bersekolah di sebuah pondok pesantren di Medan. September 2017, seorang teman yang mengabdi di pondok (menjadi guru) mengirim poster di WAG berisi ajakan berwakaf untuk pembebasan wilayah sekitar pondok. Saat itu tidak terlalu ditanggapi oleh teman-teman lainnya.

Merasa ini adalah sebuah amal jariah, saya dan beberapa teman pengurus satu angkatan yang masih aktif berinisiatif menjadi penggerak  istilahnya menjadi ‘kompor’ mengajak teman-teman. Saya mulai merangkai kata-kata yang sekiranya mampu untuk merayu para teman mengocek kantongnya. Terkadang sebuah tulisan yang dibaca bisa menggerakkan hati manusia.

Jauh sebelum menjadi inisiator donasi wakaf kolektif, kami sudah terlebih dahulu menggalang dana setiap ada bencana nasional yang terjadi di tanah air, seperti erupsi gunung Sinabung, banjir di Bima, NTT.

Dokumentasi Menebar Kebaikan ala Saya dan teman-teman 

Begitupun di tahun 2018 gempa Lombok, Tsunami Gempa di Palu dan Donggala. Tidak ketinggalan saudara satu aqidah di negara lain seperti Palestina, Suriah dan Rohingya.



Suatu hari salah satu angkatan mendirikan rumah tahfidz di kampung halamannya, di Tapanuli Selatan. Ketika kami tawarkan kepada teman-teman lain untuk mengambil bagian ternyata banyak yang setuju untuk ikut. Sejak saat itu, kami sebagai pengurus siap menjadi ‘kompor’ kebaikan.

Bagaimana cara menjadi kompor kebaikan tersebut?

Jadi, ketika mengadakan penggalangan dana, pengurus yang ditunjuk sebagai bendahara menjadi penanggung jawab, dimana setiap ada yang transfer harus di update. Setiapkali sang PJ update dana sementara yang terkumpul dengan menampilkan nama tanpa nominal yang diberikan, kami pengurus lainnya langsung ikut komen berupa ajakan “hayo menuju 5 juta, siapa lagi” “ayo jangan disiakan peluang amal jariah” dan berbagai kalimat sakti lainnya.
Alhamdulillah ternyata itu bisa membakar semangat teman lain yang belum berkontribusi.

Kembali ke dana kolektif wakaf tadi, tak disangka dalam sepekan, kami berhasil mengumpulkan donasi sebesar lima belas juta rupiah.

Penyerahan dana hasil donasi alumni ke pesantren tempat kami menuntut ilmu dahulu. 


Setelah donasi terkumpul, berempat kami meyerahkan kepada direktur pondok, uang ditransfer dan berfoto dengan simbolis. Setelahnya kami posting di akun instagram angkatan dan beberapa akun pribadi masing-masing. Ada beberapa respon berupa pujian ketika saya posting, tidak ingin terlena, langsung saya ajak untuk berpartisipasi.

“Yuk ikutan yuk, ajak angkatannya untuk ikut, masih banyak dana yang dibutuhkan pondok. Kapan lagi alumni bisa berbagi kepada pondok?”

Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu siarkan." (QS. Ad Dhuha (93) : 11)

Potongan ayat terakhir dari surat Ad Dhuha diatas kami amalkan. Tidak bermaksud riya, namun jika kita merasa kebaikan itu akan diikuti memang baiknya disiarkan. Dan boom!

Setelahnya, Alhamdulillah banyak yang mengikuti wakaf kolektif masing-masing alumni. Paling tidak jika belum memenuhi target pondok, tetapi sudah memberi sedikit sumbangsih. Bayangkan, jika di awal tidak berinisiatif mengajak, maka mungkin hanya alumni kami saja yang berpartisipasi.

Kita tinggalkan cerita di atas, lalu kebaikan apa yang bisa kita lakukan saat ini?

Menebar Kebaikan semasa Ramadhan


Saat artikel ini ditulis, dunia sedang menghadapi pandemi yaitu covid 19 atau yang juga dikenal dengan nama corona. Sebagian negara di dunia bahkan sudah mengalami hal pahit dengan mengantarkan ratusan mayat ke liang lahat setiap harinya. Di negeri kita, hingga April 2020, kasus positif hampir mencapai 10.000 jiwa, dengan korban tutup usia +700.

Selain dalam masa pandemi, kita juga sedang menjalani puasa di bulan Ramadhan. Bulan pembelajaran dimana kita diharuskan menahan diri dari lapar, haus, dan perbuatan jelek. Puasa kadang disebut juga sebagai benteng pertahanan, merujuk pada hadits jika ada lelaki yang sudah ingin menikah tapi belum mampu maka dianjurkan untuk berpuasa. Bulan empati kita terhadap warga yang tidak mampu.

Lalu apa saja sih kebaikan berbagi yang bisa kita lakukan?



  • Memberi Takjil dan Bukaan

“Barang siapa yang memberi makan orang berpuasa, maka pahala untuknya tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa.” Seperti itulah yang disebutkan Rasulullah Saw. Bayangkan ketika kita memberi makan orang berpuasa, pahalanya ikut diberikan kepada kita. Jika kita tidak sedang berpuasa, maka kita mendapat pahala orang puasa. Jika sedang berpuasa, maka double lah yang akan kita terima.

  • Berbagi ide resep

Terkadang para ibu suka bingung mau masak apa lagi ya, kehabisan ide untuk masak karena itu lagi itu lagi. Kamu punya resep rahasia enak dan mudah dibuat? Segera bagi resep itu, siapa tahu ada yang terinspirasi dengan resepmu.

  • Mengajak baca Quran

Mengajak anggota keluarga untuk berlomba khatam Quran bisa menjadi salah satu kegiatan bermanfaat menghabiskan waktu berpuasa agar tidak terasa. Jika ingin mengajak teman-teman online mu, cukup membuat status “yok baca quran” siapa tahu setelah membaca statusmu, temanmu baru ingat “o ya belum baca Quran hari ini.”

  • Belajar dan share ilmu beragama

Punya banyak waktu luang? Ramadhan ini saat yang tepat untuk mendalami ilmu agama baik melalui buku ataupun youtube. Setelah kita pelajari, kita ambil kesimpulan membuat ringkasan lalu membagikannya di sosial media tentu menjadi suatu pahala.

  • Membayar Zakat

Selain membayar zakat fitrah ketika akhir Ramadhan nanti, teman-teman boleh melirik harta benda yang dimiliki. Baik itu emas, mobil, rumah apapun yang sedang tidak digunakan. Jika sudah masuk nisab (waktunya sudah setahun) dan haul (seharga satu gram emas) maka teman-teman sudah bisa membayar zakat harta tersebut.


Dompet Dhuafa, Salah Satu Filantrofi Islam




Berbicara soal kebaikan berbagi, kita tentu sudah tidak asing lagi dengan lembaga filantropi Islam satu ini, Dompet Dhuafa. Berdiri di tahun 1993 setelah percakapan pimred dengan teman-teman Corps Dakwah Pedesaan (CDP) dibawah pimpinan Ust. Umar Sanusi di restoran lembur kuning selesai melaksanakan promosi harian republika di stadion Kridosono, Yogyakarta.

Hingga kini, Dompet Dhuafa yang sering disebut DD ini memiliki 5 program unggulan.



1. Pendidikan

Dompet Dhuafa berkomitmen menyediakan akses pendidikan seluas-luasnya untuk kaum dhuafa. Banyak sekali program yang sudah dilaksanakan di bidang pendidikan ini.


Sekolah guru Indonesia, salah satu program bidang pendidikan dompe dhuafa



2. Kesehatan

Dompet Dhuafa di program kesehatan, mendirikan berbagai lembaga kesehatan yang bertujuan untuk melayani seluruh mustahik dengan sistem yang mudah dan terintegrasi.
Di bidang kesehatan, Dompet Dhuafa telah berperan aktif dalam melayani kaum dhuafa sejak tahun 2001. Melalui program Layanan Kesehatan Cuma-cuma (LKC).
Lkc, rumah sehat dompet dhuafa, klinik hingga rumah sehat terpadu dompet dhuafa.

Layanan Kesehatan Cuma cuma 




3. Ekonomi

Dompet Dhuafa memberdayakan masyarakat bebasis potensi daerah untuk mendorong kemandirian umat.
Berbentuk pertanian sehat, peternakan rakyat, umkm dan industri kreatif, pengembangan kawasan, pengembangan keuangan mikro dan syariah, trading area, serta agro industri.

Pertanian sehat, program DD bidang ekonomi untuk perekonomian mandiri umat

Peternakan rakyat



4. Sosial dan Dakwah

Dompet Dhuafa merespon cepat permasalahan masyarakat sesuai dengan kebutuhannya. Ada disaster management center untuk penanganan bencana alam. Pusat bantuan hukum, Indonesia development and Islamic studies, dan tebar hewan kurban.



Tebar Kurban


5. Budaya

Dompet Dhuafa tidak akan melupakan budaya yang merupakan warisan leluhur zaman dulu yang mengandung nilai-nilai kebaikan.

Nah dana untuk kelima program tentu berasal dari infak, sedekah, dan zakat para dermawan. Jadi mumpung kita berada di bulan suci dan masa pandemi yuk berbagi pangan dengan saudara kita. Terlebih lagi untuk pembayaran zakat.


Mengapa Kita Harus Menebar Kebaikan?


Kalau kita baca cerita kebaikan para sahabat Rasulullah Saw, mungkin kita akan memacu diri untuk terus berlomba dalam bersedekah. Abu Bakar dengan hanya menyisakan Allah dan RasulNya untuk keluarganya. Umar dengan tanah khaibarnya. Usman dengan wakaf sumurnya. Ali yang bersedekah dengam 6 dirham, sisa satu-satunya uangnya tanpa ada makanan di rumah. Jika belum mampu menyaingi kedermawanan para sahabat, setidaknya kita membiasakan diri untuk selalu bersedekah. Berikut ada lima alasan untuk membuat diri kita terus menebar kebaikan.

  • Bahagia melihat senyuman orang yang menerima

Sebelum menulis artikel ini, iseng-iseng saya bertanya kepada teman-teman di satu grup, “apa perasaan kalian setelah berbagi/bersedekah?”
Seorang teman menjawab, “ada rasa plong di hati ketika kita berbagi. Apalagi setelah melihat senyumannya." Rasa plong yang dirasa itu mungkin karena di setiap harta yang kita punya, ada hak orang lain di dalamnya. Maka ketika memberi, kita merasa plong karena sudah menyelesaikan kewajiban tersebut.




  • Merasa jauh lebih bersyukur

Melihat kebahagian terpencar dan ucapan terimakasih dari orang yang kita beri, serasa ada yang potek di hati. Kekurangan yang kita alami tidak ada apa-apanya dibanding orang lain. Berbagai ujian dan cobaan kita yang terasa berat, jika kita lihat ke bawah, masih banyak yang lebih susah. Maka dengan berbagi, kita bisa lebih jauh bersyukur. Ketika ke rumah sakit, kita masih bisa lebih bersyukur lagi dengan kesehatan kita.


  • Ketagihan ingin terus berbagi

Seperti ada magnet dalam senyuman orang yang kita beri sedekah. Besoknya kita mau lagi dan lagi berbagi dengannya.




  • Rezeki bertambah dan diberi kesempatan untuk berbagi

Jangan takut miskin. Berbagi justru bertambah dan mengayakan. Apalagi hasil sendiri dan niat yang kuat. Kalau kata teman yang saya tanyain, begini jawabannya “berasa habis dilamar cowok setelah berbagi itu.” Padahal yang jawab ini masih jomblo loh, sok tahu sekali, haha.



  • Jarang merasa kekurangan

Makin sering kita berbagi, maka perasaan merasa kekurangan akan terkikis. Jika kita ingin mengeluh, maka kita akan ingat kita jauh lebih beruntung daripada orang yang kita temui di jalan tadi. Maka, dengan begitu Insyaalah kita tetap dalam koridor selalu bersyukur.



Jadilah kita agen kebaikan. Bagi kamu yang membaca ini, yuk intip berapa grup yang dimiliki. Jika kalian vocal di dalamnya dan selama ini belum ada ajakan berbuat kebaikan, maka mulailah. Siapa tahu dari puluhan orang, ada lima bahkan jika ternyata hanya satu orang yang hatinya tergerak Insyaallah akan tetap menjadi sebuah amalan baik.

Menebar kebaikan dengan mengajak teman-teman menggalang dana adalah hal terbaik yang bisa kita lakukan di tengah keterbatasan karena pandemi covid-19 di bulan Ramadhan ini.

Setelah dana terkumpul kita bisa mendonasikannya lewat dompet dhuafa, lembaga kecintaan ini.

Bagaimana caranya?

Tidak perlu ribet mengantarkan. Kini, hanya dengan sekali klik, kamu bisa menebar kebaikan hingga penjuru Indonesia maupun dunia. Kamu bisa buka tautan kebaikan berbagi yang akan merujuk ke website dompet dhufa, nanti akan ada pilihan donasi (zakat, infak, wakaf, kemanusiaan)  dan pengkhususannya lagi, misalkan zakat penghasilan, fitrah. Begitupun dengan wakaf pendidikan, sumur. Kemanusiaan, bencana apa yang sedang terjadi. Lalu ada nominal yang ingin didonasikan. Berikutnya ada profil nama, alamat email dan nomor ponsel yang bisa diisi. Nantinya konfirmasi akan dikirim via email ataupun ponsel.




Mudah sekali bukan?
Yuk ah, semangat menebar kebaikan!

Bukan Hanya Virus, Kebaikan itu Menular Lho!



***

“Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Menebar Kebaikan yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa”