Assalamualaikum.
Sahabat blogger, apa kabar Jumat kalian di penghujung September ini?


Ngomongin soal hari Jumat, hari Jumat tuh hari istimewanya umat Islam loh. Banyak amalan-amalan Sunnah yang bisa menambah pundi amal bila kita kerjakan.

Keutamaan Membaca surat Al Kahfi

Salah satu Sunnah di hari Jumat adalah membaca surat Al Kahfi, agar kelak disinari diantara dua Jumat. Dan yang paling penting terlindungi dari fitnah Dajjal. Kalau kita amati Indonesia sekarang, seram kan ya, banyak fitnah ditebar, apalagi masa Dajjal turun nanti. Semoga kita nggak mengalami ya, tapi siapa tahu anak cucu nanti mengalami, dari sekarang yuk kita biasakan membaca Al Kahfi.

Sumber : Rumaysho.com


Nah di kesempatan kali ini, saya
mau cerita tentang surat Al Kahfi nih, surat ke 18 dari 144 surat yang ada dalam Al Qur'an. Surat ini kalau dibaca asyik banget loh.

Hah? Gimana? gimana ?

Iya, karena baca suroh ini kaya baca cerita, serius deh.

Isi Al-Qur'an itu, apa aja sih?

Beberapa surat dalam Al Quran emang isinya cerita para nabi, ada perintah, larangan, beberapa  nasihat, ada perumpamaan, juga yang bentuknya peringatan dan sebagainya.

Emang surat Al Kahfi isinya apa sih? Walau dalam satu surat ini tidak menceritakan satu kesatuan cerita, tapi tetep aja seru.

Kalau kita baca surat ke 12, surat yusuf secara keseluruhan memang menceritakan tentang nabi Yusuf as dari masa kecilnya yang dibuang oleh saudara-saudaranya karena rasa iri, masuk istana, masuk bui akibat fitnah yg berasal dari wanita yg tak tahan terhadap pesona kegantengannya, dapat menafsirkan mimpi sampai akhirnya menjadi raja dan giliran saudara-saudaranya yang meminta belas kasihan.



Yaa, baca ini juga seru karena cerita utuh dari awal sampe akhir.

Kembali kepada surat Al kahfi, walau tidak berbentuk satu kesatuan, tapi banyak cerita asyik di dalamnya. Saya paling senang dengan cerita ketika sang Kalimulllah Nabi Musa A.s 'memaksa' ikut nabi Khidir.

Kisahnya kek apasih? Cekidott!!!

Perjalanan Nabi Musa as bersama Nabi Khidir

Walau surat ini bernama surat al kahfi, tapi tidak semua bercerita tentang pemuda yang beriman dan memutuskan bersembunyi daripada pemerintahan lalim. Kisah mereka sendiri bisa dilihat dari mulai ayat 9 sampai ayat 26.

Dan dimulai dari ayat 60, diceritakanlah pengalaman Nabi Musa bersama pembantunya mencari dan akhirnya bertemu dengan seseorang.

Awal dari  perjalanan kisah nabi Musa ini karena sang kalimullah bersikap 'sombong' dihadapan kaumnya, ketika ada yang bertanya siapa yang paling banyak ilmunya dan ia menjawab kalau orang itu adalah dirinya sendiri. Allah Swt mencela dengan mengatakan bahwa ilmu yang ia peroleh semua berasal dariNya.

Musa as yang memang diberi 'kekuasaan' berbicara (hanya berbicara tidak bertatap muka) dengan Allah Swt bertanya "siapa yang lebih berilmu dariku" Dijawab Allah Swt seorang hambaku yang berada di pertemuan dua lautan.

Lalu dimulailah pencarian nabi Musa terhadap hamba Allah Swt pada ayat 60. Sampai akhirnya ia bertemu seseorang, menurut Mufassir adalah nabi Khidir yang sudah diberi rahmat berupa wahyu dan kenabian.

Musa as memperkenalkan dirinya dan meminta izin untuk mengikutinya agar mengajarkan ilmu yang dimiliki. Namun, sayangnya ditolak  oleh nabi Khidir dengan mengatakan

sungguh, engkau tidak akan sanggup sabar bersamaku

Dengan sedikit rayuan nabi Musa a.s 'memaksa' ikut menyanggupi akan bersabar. Nabi Khidir kembali mengingatkan agar tidak bertanya apapun selama perjalanan mereka.

Nah ini nih yang saya suka cerita dalam perjalanan mereka. Saya tulis singkat dan pakai bahasa santai versi saya ya. Karena kalau ayat maupun terjemahannya bisa langsung dilihat di Al Qur'an.

Baca juga : Keluarga Imran, Surat Ketiga dalam Al Qur'an

Dalam perjalanan mereka ada 3 hal yg dilakukan nabi Khidir as yang membuat nabi Musa as menggelengkan kepala bahkan melupakan janjinya untuk tidak bertanya.

Tiga Pertanyaan Nabi Musa As

Hal pertama yang ditemui nabi Musa as ialah melihat nabi Khidir as melubangi sebuah perahu,

Nabi Musa as langsung protes "eh ngapain ngelubangi perahu? Lu mau nenggelemin orang-orang?!! Dosa tauk!"

Berdecak kesal, Khidir menjawab, "ck, sudah kukatakan,  kamu bakal nggak sabar jalan bareng aku?" 

Menjawab dengan cengengesan, "sory bro, jangan hukum gw dong karena lupa untuk enggak nanya-nanya." Sahut Nabi Musa as

Perjalanan dilanjutkan dan nabi Musa as kembali terhenyak ketika mendapati Nabi Khidir as membunuh seorang anak muda,

"Woi, kenapa lu bunuh anak org? nafsun dzakiyyatun itu, wah perbuatan lu munkar banget." Protes Nabi Musa as yang kembali lupa untuk tidak bertanya apapun.

Nabi Khidir as kembali dengan kalimat andalannya "udah dibilangin juga, kamu enggak bakal mampu sabar."

Ingat akan perjanjian mereka akhirnya nabi Musa berkata, "hehe sory bro, sekali lagi gw nanya-nanya, lu boleh larang gw ngikutin. Gw tahu kalau  bro udah sabar banget dengar alasan gw dari tadi."

Mereka melanjutkan perjalanan sampai singgah ke suatu negeri, dimana para penduduknya tidak satupun mau menjamu.

Namun, ketika mendapati sebuah rumah hampir roboh, nabi Khidir as malah mengajak nabi Musa as untuk membangun kembali rumah tersebut.

Setelah selesai Musa berkata "kalau lu mau, lu bisa kali minta imbalan atas apa yang kita kerjakan tadi."

"Sudah kita pisah disini saja." Ucap Nabi Khidir, "sebelum itu aku bakal jelasin tentang 3 hal yang kamu tanya  dan komentari" Lanjutnya lagi.

Pertama,
Perahu yang kubocorkan adalah milik nelayan miskin. Aku merusaknya karena kalau mereka berlayar, didepan sana ada raja lalim yang akan merampas setiap perahu yang melintas.

Kedua,
Aku membunuh anak itu karena ia adalah seorang anak jahat bahkan kafir, aku membunuhnya karena tidak ingin  orangtuanya yang sholih sholihah bertanggung jawab atasnya bahkan bisa mengajak mereka kepada kesesatan dan kekafiran. Dan Allah Swt menghendaki agar dikaruniai anak sholih lainnya.

Ketiga,   
Adapun dinding rumah yang hampir roboh itu adalah milik anak yatim di kota itu, dibawahnya tersimpan harta benda. Ayahnya dulu adalah seorang sholih, maka Allah Swt yg menginkan anak-anak sholih itu hidup sampai dewasa dan menggunakan harta yang ditinggalkannya.

Tapi dari itu semua, apa yang kuperbuat bukan menurut kemampuanku sendiri, melainkan Allah Swt. itulah penjelasan yg kau tidak dapat bersabar tadi.

Perpisahan mereka ditutup pada ayat 82.



Apa yang bisa kita ambil?     

Pertama. Setiap masa pasti ada raja lalilmnya.

Kedua. Sampai kapanpun sebagai orangtua kita akan bertanggung jawab terhadap apa yang dilakukan anak2 kita, maka sejak kecil ajarkan agama agar ia bermoral.

Ketiga. Berbuat baiklah kepada orang terutama sholih, tanpa mengharap imbalan.

Tapi itu semua adalah pelajaran atau hikmah yang bisa saya ambil secara pribadi. Pastinya masih banyak hikmah-hikmah  lainnya dari surat ini.

Ayat 60-82 tentang nabi Musa a.s berakhir.

Baca juga : Kisah Ibrahim, Hajar dan Ismail

Tepat setelahnya, ayat 83 menceritakan tentang seorang raja yg bernama Dzulkarnaen dan juga tentang ya'juj wa ma'juj berakhir di ayat 99 (siapa raja ini dan apa hubungannya dengan ya'juj wa ma'juj? baca sendiri yaa, sekali-kali jangan asal cepat baca Quran aja tapi baca juga artinyaa)       

Ayat 100 sampai 108 diceritakan siapa yang berakhir dalam 'Nar' neraka dan siapa yang memasuki JannahNya.

Oh ya, Ayat 109 saya juga suka banget. Ayat ini peringatan bagi orang yang merasa sudah berilmu lalu ia bersikap sombong. Kata Allah Swt begini :



Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)".    [Surah Al Kahfi, 18:109]

Surat al kahfi berakhir di ayat 110 yang ditutup dengan ayat yang artinya

Bahwa Rasulullah Saw adalah manusia seperti kebanyakan hanya saja ia diberi wahyu dan Allah Swt adalah satu satunya Tuhan. Ditutup manis dengan peringatan siapa yg ingin bertemu Rabbnya maka kerjakanlah kebajikan dan jangan sekali-kali meyekutukan Allah Swt.

Nah, kurang lebih itulah isi surat Al Kahfi. Asyik kan? Seru kan perjalanan nabi Musa dan nabi Khidir? Cung, siapa yang selalu baca surat Al Kahfi setiap Jumat tapi tidak pernah membaca artinya?

Pentingnya Paham Bahasa Arab

Sebenarnya untuk mengetahui arti dari sebuah ayat, mudah sih tinggal beli Al Quran terjemahan. Tapi beda loh kalau kita mempunyai sedikit aja kemampuan dalam berbahasa arab.

Well, saya sendiri enggak jago sih, cuma tau dasar, bahasa ammiyah kota-kota Arab juga cuma tau izzayyikti ya habibti atau sa taroh fein, haha.

Tapi dengan tahu dasar ini sangat membantu kita dalam membaca Quran, tahu artinya ketika membaca suatu ayat tanpa melirik ke samping (terjemahan).

Makanya tidak heran kalau sholat di Masjidil haram ataupun Nabawi, sering kita mendengar jamaah di sekitar kita menangis karena mereka memahami ayat ayat suci yang dilantunkan oleh Imam. Walau terkadang kita ikut menangis karena larut dalam lantunan indah suara emas milik sang Imam.

Yuuk mulai rutinkan hari Jumat dengan membaca surat Al Kahfi dan membaca terjemahannya.



Sebelum menutup artikel ini. Sekali lagi saya katakan ini bukan tafsir ya kawan-kawan, ini adalah cara saya mentadabburi ayat. Rasanya sayang kalau hanya menyimpannya sendiri. Kalau ada yang tidak senang dengan 'bahasa' antara nabi Musa as dan Nabi Khidir as diatas, percayalah itu hanya agar tulisan tentang cerita yang berasal dari Quran menarik hati.

Oke cukup sekian, selamat menyongsong akhir pekan kawan-kawan!

Note : tahun 2017 pernah posting artikel ini via Facebook. Dengan sedikit editan (tata bahasa) saya tulis dan share kembali di blog. Teman Facebook yang sudah baca, selamat membaca kembali, bagi yang belum, enjoy dan semoga bermanfaat.

Baca kisah lainnya : Kematian dan Kebahagiaan