Bukan Hanya Virus, Kebaikan itu Menular Lho!




Kebaikan itu menular. Ketika melihat seseorang berbagi, biasanya dalam hati tebersit keinginan yang sama, apalagi jika keadaan kita pun memungkinkan untuk berbagi. Maka, esok lusa kita mengikuti aksi tersebut.


Bentuk paling sederhana dalam kebaikan berbagi bisa berbentuk senyuman. Seseorang tersenyum kepada kita, maka kebahagiaan akan dirasa dan tanpa disadari kita balas tersenyum kepadanya dan kepada siapa yang ditemui setelahnya. Menular bukan?

Jika kita sudah memahami bahwa kebaikan itu menular, maka perlu langkah selanjutnya untuk menebarkan kebaikan agar lebih banyak yang merasakan.

Terkadang kita berpikir, ngapain sih mau berbuat baik harus diposting dan ngajak orang lain, bukannya tangan kanan memberi, tangan kiri enggak tahu, lebih baik?

Memang hal ini jauh lebih baik. Tapi, tahu kah teman-teman? Terkadang banyak orang mampu tapi tidak tahu ingin memberi kemana. Maka, ketika ia membaca postingan, akan tahu dan tertarik untuk mengikuti. Jika sebelumnya ia lupa, ketika kita ajak, bisa jadi akan sangat berterimakasih karena sudah diingatkan. Bukankah menjadi pahala dari sebuah usaha menebarkan kebaikan?

Terkait tanggapan negatif, biarkan saja orang berkata apa. Karena yang kita butuhkan hanya penilaian Tuhan bukan hambaNya.

Inisiator Wakaf Kolektif Alumni 


Berbicara soal kebaikan berbagi, saya ingin menceritakan sebuah pengalaman beberapa tahun lalu bersama satu angkatan semasa bersekolah di sebuah pondok pesantren di Medan. September 2017, seorang teman yang mengabdi di pondok (menjadi guru) mengirim poster di WAG berisi ajakan berwakaf untuk pembebasan wilayah sekitar pondok. Saat itu tidak terlalu ditanggapi oleh teman-teman lainnya.

Merasa ini adalah sebuah amal jariah, saya dan beberapa teman pengurus satu angkatan yang masih aktif berinisiatif menjadi penggerak  istilahnya menjadi ‘kompor’ mengajak teman-teman. Saya mulai merangkai kata-kata yang sekiranya mampu untuk merayu para teman mengocek kantongnya. Terkadang sebuah tulisan yang dibaca bisa menggerakkan hati manusia.

Jauh sebelum menjadi inisiator donasi wakaf kolektif, kami sudah terlebih dahulu menggalang dana setiap ada bencana nasional yang terjadi di tanah air, seperti erupsi gunung Sinabung, banjir di Bima, NTT.

Dokumentasi Menebar Kebaikan ala Saya dan teman-teman 

Begitupun di tahun 2018 gempa Lombok, Tsunami Gempa di Palu dan Donggala. Tidak ketinggalan saudara satu aqidah di negara lain seperti Palestina, Suriah dan Rohingya.



Suatu hari salah satu angkatan mendirikan rumah tahfidz di kampung halamannya, di Tapanuli Selatan. Ketika kami tawarkan kepada teman-teman lain untuk mengambil bagian ternyata banyak yang setuju untuk ikut. Sejak saat itu, kami sebagai pengurus siap menjadi ‘kompor’ kebaikan.

Bagaimana cara menjadi kompor kebaikan tersebut?

Jadi, ketika mengadakan penggalangan dana, pengurus yang ditunjuk sebagai bendahara menjadi penanggung jawab, dimana setiap ada yang transfer harus di update. Setiapkali sang PJ update dana sementara yang terkumpul dengan menampilkan nama tanpa nominal yang diberikan, kami pengurus lainnya langsung ikut komen berupa ajakan “hayo menuju 5 juta, siapa lagi” “ayo jangan disiakan peluang amal jariah” dan berbagai kalimat sakti lainnya.
Alhamdulillah ternyata itu bisa membakar semangat teman lain yang belum berkontribusi.

Kembali ke dana kolektif wakaf tadi, tak disangka dalam sepekan, kami berhasil mengumpulkan donasi sebesar lima belas juta rupiah.

Penyerahan dana hasil donasi alumni ke pesantren tempat kami menuntut ilmu dahulu. 


Setelah donasi terkumpul, berempat kami meyerahkan kepada direktur pondok, uang ditransfer dan berfoto dengan simbolis. Setelahnya kami posting di akun instagram angkatan dan beberapa akun pribadi masing-masing. Ada beberapa respon berupa pujian ketika saya posting, tidak ingin terlena, langsung saya ajak untuk berpartisipasi.

“Yuk ikutan yuk, ajak angkatannya untuk ikut, masih banyak dana yang dibutuhkan pondok. Kapan lagi alumni bisa berbagi kepada pondok?”

Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu siarkan." (QS. Ad Dhuha (93) : 11)

Potongan ayat terakhir dari surat Ad Dhuha diatas kami amalkan. Tidak bermaksud riya, namun jika kita merasa kebaikan itu akan diikuti memang baiknya disiarkan. Dan boom!

Setelahnya, Alhamdulillah banyak yang mengikuti wakaf kolektif masing-masing alumni. Paling tidak jika belum memenuhi target pondok, tetapi sudah memberi sedikit sumbangsih. Bayangkan, jika di awal tidak berinisiatif mengajak, maka mungkin hanya alumni kami saja yang berpartisipasi.

Kita tinggalkan cerita di atas, lalu kebaikan apa yang bisa kita lakukan saat ini?

Menebar Kebaikan semasa Ramadhan


Saat artikel ini ditulis, dunia sedang menghadapi pandemi yaitu covid 19 atau yang juga dikenal dengan nama corona. Sebagian negara di dunia bahkan sudah mengalami hal pahit dengan mengantarkan ratusan mayat ke liang lahat setiap harinya. Di negeri kita, hingga April 2020, kasus positif hampir mencapai 10.000 jiwa, dengan korban tutup usia +700.

Selain dalam masa pandemi, kita juga sedang menjalani puasa di bulan Ramadhan. Bulan pembelajaran dimana kita diharuskan menahan diri dari lapar, haus, dan perbuatan jelek. Puasa kadang disebut juga sebagai benteng pertahanan, merujuk pada hadits jika ada lelaki yang sudah ingin menikah tapi belum mampu maka dianjurkan untuk berpuasa. Bulan empati kita terhadap warga yang tidak mampu.

Lalu apa saja sih kebaikan berbagi yang bisa kita lakukan?



  • Memberi Takjil dan Bukaan

“Barang siapa yang memberi makan orang berpuasa, maka pahala untuknya tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa.” Seperti itulah yang disebutkan Rasulullah Saw. Bayangkan ketika kita memberi makan orang berpuasa, pahalanya ikut diberikan kepada kita. Jika kita tidak sedang berpuasa, maka kita mendapat pahala orang puasa. Jika sedang berpuasa, maka double lah yang akan kita terima.

  • Berbagi ide resep

Terkadang para ibu suka bingung mau masak apa lagi ya, kehabisan ide untuk masak karena itu lagi itu lagi. Kamu punya resep rahasia enak dan mudah dibuat? Segera bagi resep itu, siapa tahu ada yang terinspirasi dengan resepmu.

  • Mengajak baca Quran

Mengajak anggota keluarga untuk berlomba khatam Quran bisa menjadi salah satu kegiatan bermanfaat menghabiskan waktu berpuasa agar tidak terasa. Jika ingin mengajak teman-teman online mu, cukup membuat status “yok baca quran” siapa tahu setelah membaca statusmu, temanmu baru ingat “o ya belum baca Quran hari ini.”

  • Belajar dan share ilmu beragama

Punya banyak waktu luang? Ramadhan ini saat yang tepat untuk mendalami ilmu agama baik melalui buku ataupun youtube. Setelah kita pelajari, kita ambil kesimpulan membuat ringkasan lalu membagikannya di sosial media tentu menjadi suatu pahala.

  • Membayar Zakat

Selain membayar zakat fitrah ketika akhir Ramadhan nanti, teman-teman boleh melirik harta benda yang dimiliki. Baik itu emas, mobil, rumah apapun yang sedang tidak digunakan. Jika sudah masuk nisab (waktunya sudah setahun) dan haul (seharga satu gram emas) maka teman-teman sudah bisa membayar zakat harta tersebut.


Dompet Dhuafa, Salah Satu Filantrofi Islam




Berbicara soal kebaikan berbagi, kita tentu sudah tidak asing lagi dengan lembaga filantropi Islam satu ini, Dompet Dhuafa. Berdiri di tahun 1993 setelah percakapan pimred dengan teman-teman Corps Dakwah Pedesaan (CDP) dibawah pimpinan Ust. Umar Sanusi di restoran lembur kuning selesai melaksanakan promosi harian republika di stadion Kridosono, Yogyakarta.

Hingga kini, Dompet Dhuafa yang sering disebut DD ini memiliki 5 program unggulan.



1. Pendidikan

Dompet Dhuafa berkomitmen menyediakan akses pendidikan seluas-luasnya untuk kaum dhuafa. Banyak sekali program yang sudah dilaksanakan di bidang pendidikan ini.


Sekolah guru Indonesia, salah satu program bidang pendidikan dompe dhuafa



2. Kesehatan

Dompet Dhuafa di program kesehatan, mendirikan berbagai lembaga kesehatan yang bertujuan untuk melayani seluruh mustahik dengan sistem yang mudah dan terintegrasi.
Di bidang kesehatan, Dompet Dhuafa telah berperan aktif dalam melayani kaum dhuafa sejak tahun 2001. Melalui program Layanan Kesehatan Cuma-cuma (LKC).
Lkc, rumah sehat dompet dhuafa, klinik hingga rumah sehat terpadu dompet dhuafa.

Layanan Kesehatan Cuma cuma 




3. Ekonomi

Dompet Dhuafa memberdayakan masyarakat bebasis potensi daerah untuk mendorong kemandirian umat.
Berbentuk pertanian sehat, peternakan rakyat, umkm dan industri kreatif, pengembangan kawasan, pengembangan keuangan mikro dan syariah, trading area, serta agro industri.

Pertanian sehat, program DD bidang ekonomi untuk perekonomian mandiri umat

Peternakan rakyat



4. Sosial dan Dakwah

Dompet Dhuafa merespon cepat permasalahan masyarakat sesuai dengan kebutuhannya. Ada disaster management center untuk penanganan bencana alam. Pusat bantuan hukum, Indonesia development and Islamic studies, dan tebar hewan kurban.



Tebar Kurban


5. Budaya

Dompet Dhuafa tidak akan melupakan budaya yang merupakan warisan leluhur zaman dulu yang mengandung nilai-nilai kebaikan.

Nah dana untuk kelima program tentu berasal dari infak, sedekah, dan zakat para dermawan. Jadi mumpung kita berada di bulan suci dan masa pandemi yuk berbagi pangan dengan saudara kita. Terlebih lagi untuk pembayaran zakat.


Mengapa Kita Harus Menebar Kebaikan?


Kalau kita baca cerita kebaikan para sahabat Rasulullah Saw, mungkin kita akan memacu diri untuk terus berlomba dalam bersedekah. Abu Bakar dengan hanya menyisakan Allah dan RasulNya untuk keluarganya. Umar dengan tanah khaibarnya. Usman dengan wakaf sumurnya. Ali yang bersedekah dengam 6 dirham, sisa satu-satunya uangnya tanpa ada makanan di rumah. Jika belum mampu menyaingi kedermawanan para sahabat, setidaknya kita membiasakan diri untuk selalu bersedekah. Berikut ada lima alasan untuk membuat diri kita terus menebar kebaikan.

  • Bahagia melihat senyuman orang yang menerima

Sebelum menulis artikel ini, iseng-iseng saya bertanya kepada teman-teman di satu grup, “apa perasaan kalian setelah berbagi/bersedekah?”
Seorang teman menjawab, “ada rasa plong di hati ketika kita berbagi. Apalagi setelah melihat senyumannya." Rasa plong yang dirasa itu mungkin karena di setiap harta yang kita punya, ada hak orang lain di dalamnya. Maka ketika memberi, kita merasa plong karena sudah menyelesaikan kewajiban tersebut.




  • Merasa jauh lebih bersyukur

Melihat kebahagian terpencar dan ucapan terimakasih dari orang yang kita beri, serasa ada yang potek di hati. Kekurangan yang kita alami tidak ada apa-apanya dibanding orang lain. Berbagai ujian dan cobaan kita yang terasa berat, jika kita lihat ke bawah, masih banyak yang lebih susah. Maka dengan berbagi, kita bisa lebih jauh bersyukur. Ketika ke rumah sakit, kita masih bisa lebih bersyukur lagi dengan kesehatan kita.


  • Ketagihan ingin terus berbagi

Seperti ada magnet dalam senyuman orang yang kita beri sedekah. Besoknya kita mau lagi dan lagi berbagi dengannya.




  • Rezeki bertambah dan diberi kesempatan untuk berbagi

Jangan takut miskin. Berbagi justru bertambah dan mengayakan. Apalagi hasil sendiri dan niat yang kuat. Kalau kata teman yang saya tanyain, begini jawabannya “berasa habis dilamar cowok setelah berbagi itu.” Padahal yang jawab ini masih jomblo loh, sok tahu sekali, haha.



  • Jarang merasa kekurangan

Makin sering kita berbagi, maka perasaan merasa kekurangan akan terkikis. Jika kita ingin mengeluh, maka kita akan ingat kita jauh lebih beruntung daripada orang yang kita temui di jalan tadi. Maka, dengan begitu Insyaalah kita tetap dalam koridor selalu bersyukur.



Jadilah kita agen kebaikan. Bagi kamu yang membaca ini, yuk intip berapa grup yang dimiliki. Jika kalian vocal di dalamnya dan selama ini belum ada ajakan berbuat kebaikan, maka mulailah. Siapa tahu dari puluhan orang, ada lima bahkan jika ternyata hanya satu orang yang hatinya tergerak Insyaallah akan tetap menjadi sebuah amalan baik.

Menebar kebaikan dengan mengajak teman-teman menggalang dana adalah hal terbaik yang bisa kita lakukan di tengah keterbatasan karena pandemi covid-19 di bulan Ramadhan ini.

Setelah dana terkumpul kita bisa mendonasikannya lewat dompet dhuafa, lembaga kecintaan ini.

Bagaimana caranya?

Tidak perlu ribet mengantarkan. Kini, hanya dengan sekali klik, kamu bisa menebar kebaikan hingga penjuru Indonesia maupun dunia. Kamu bisa buka tautan kebaikan berbagi yang akan merujuk ke website dompet dhufa, nanti akan ada pilihan donasi (zakat, infak, wakaf, kemanusiaan)  dan pengkhususannya lagi, misalkan zakat penghasilan, fitrah. Begitupun dengan wakaf pendidikan, sumur. Kemanusiaan, bencana apa yang sedang terjadi. Lalu ada nominal yang ingin didonasikan. Berikutnya ada profil nama, alamat email dan nomor ponsel yang bisa diisi. Nantinya konfirmasi akan dikirim via email ataupun ponsel.




Mudah sekali bukan?
Yuk ah, semangat menebar kebaikan!

Bukan Hanya Virus, Kebaikan itu Menular Lho!



***

“Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Menebar Kebaikan yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa”


Posting Komentar

86 Komentar

  1. Baru tau program dompet dhuafa banyak banget ya ternyata na..
    Semua bidang ternyata disalurkan. Mulai dari pendidikan, kesehatan hingga para petani yang mau berusaha untuk meningkatkan derajat hidup sehingga ke depannya bukan menjadi penerima zakat, tapi sudah bisa jadi pemberi zakat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak lengkap,
      Dan program nya itu luar biasa.
      Tujuan zakat kan supaya para muztahiq suatu hari bisa jadi muzakki, layaknya zaman Umar bin Abdul Aziz,
      Semoga beneran bisa terjadi yaa di negeri kitaa

      Hapus
    2. Aamiin, memotivasi mereka yang sekarang mungkin kekurangan untuk berusaha menjadi orang yang bekecukupan ya na.

      Hapus
  2. masyaAllah berbagi itu sebenarnya banyak cara ya kak, alhamdulillah dompet dhuafa bisa mengcover hampir semua program. btw mau dong diajarin bikin fotonya rapih gitu :"))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa walau di rumah aja, masih banyak cara kita berbagi

      Hapus
  3. Bukan hanya virus, kebaikan itu menular..dan bener banget. Dan aku setuju dengan 5 ide kebaikan sederhana yang disebutkan. Terkadang kita bingung mau bantu kemana, bagaimana caranya...dan saat membaca ada pihak yang menjembatani niatan ini sungguh membantu sekali. Seperti program-program berbagi di Dompet Dhuafa ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak diaan,
      Misal orang-orang yang lingkungannya berkecukupan semua, bisa jadi dia gak tahu mau kemana, dengan kita informasikan jadi tahu dan menjadi amal karena menebar kebaikan, hehe
      Terimakasih sudah mampir

      Hapus
  4. Kebaikan yg menular.
    Saya suka kalimat ini. Menular yang dianjurkan dan juga dinanti-nanti.

    Jangan nguap aja yg menular ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya jangan yg jelek jelek aja yg nular ya kak,
      Yang baik harus lebih banyak
      Hihihi

      Hapus
  5. Benar sekali, Mbak Muda. Menebar kebaikan bisa dengan cara apa saja. Bahkan menebar senyuman pun bisa membuat orang bahagia ya, Mbak. Jadi Insya Allah walau sikon seperti ini, terus bisa menebar kebaikan, apalagi bertepatan dengan bulan Ramadhan yang penuh berkah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas Bambang
      Keadaan kita sekarang boleh harus di rumah aja,
      Tapi kebaikan dan menebarkannya tidak bisa di lockdown alias bisa tetap dilakukan

      Hapus
  6. Apa yang dilakukan Dompet Dhuafa emang luar biasa banget ya. Saya juga suka berbagi kebaikan lewat DD, soalnya gampang, mudah, dan tranparan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Barakallah fiikum kang Ali, semoga kita tetap bisa berbagi sampai kapanpun hehe

      Hapus
  7. Benar sekali, kebaikan itu menular Kak. Kebaikan ringan seperti senyum aja nular kok, apalagi kebaikan yang lebih besar tentunya efeknya, bahagianya juga nular. Alhamdulillah ya masih diberi kesempatan untuk berbagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba Alhamdulillah
      Semoga kita selalu diberikan kesempatan berbagi

      Hapus
  8. Sangat menginspirasi sekali mb apa yang mb lakukan dengan kawan-kawan dengan menjadi 'kompor' kebaikan ini. MasyaAlloh membaca kisahnya sudah banyak banget menebar kebaikan. Betul banget mb, kadang memang dilema kalau harus menuliskannya ya.

    Dompet Dhuafa pun sangat bermanfaat sebagai penyalur bila kita hendak melakukan kebaikan berbagi namun terkendala jarak. Karena Dompet Dhuafa memudahkan kita ya. Dengan berbagi harta tak akan berkurang malah bertambah, aamiin Ya Alloh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah semoga terinspirasi dan mengikuti hehehe,
      Bener mbak lidia, memudahkan banget ini dompet dhuafa, hanya tinggal klik,
      Semoga kita selalu dimudahkan untuk menebar kebaikan,
      Aamiin

      Hapus
    2. Iya mb Muna selain memudahkan caranya, Dompet Dhuafa juga banyak pilihan layanannya ya mba, jadi berbagi bisa sesuai apa yang hendak kita tuju apakah pendidikan, sosial dakwah dll masyaAlloh semoga selalu amanah dompet dhuafa ini

      Hapus
  9. semoga program dompet dhuafa benar2 bermanfaat ya kak untuk masy yg membutuhkan terlebih saat pandemi corona spti ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin
      Semoga ya kak
      Terimakasih sudah mampir kak Bayuu

      Hapus
  10. Berbagi memang candu. Berbagi memang cara termudah untuk bahagia. Semoga kita semua bisa terus berbagi yah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin
      Bener mbak, mau bahagia, berbagi saja dan lihat senyuman sang objek

      Hapus
  11. Sedih ya gara-gara pandemi ini, saya hampir tidak pernah melihat bagi-bagi takjil di jalan. Tahun lalu saya naik ojek online dan mendapat takjil di jalan, dan bapak ojeknya rasanya seneng banget dapat takjil tersebut. Rasanya seneng banget berbagi walau itu sekecil apapun.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbakk begitulah yang harus kita hadapi kali ini,
      Gapapa kita tunda tahun ini, semoga tahun depan panjang umur, berlangsung lagi kegiatan yg kita rindukan..

      Tapi kalau di tempat tinggal ku sekarang, di Medan masih ada tapi memang gak di jalan jalan besar
      Semoga pandemi segera berlalu
      Aamiin

      Hapus
  12. Berbagi bisa dengan cara apapun ya mbak... Yang penting niat dan ketulusan hati. Dan kebaikan itu bakal balik ke kita nantinya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar mas Erfan,
      Berbagi apapun kapanpun bahkan dalam kondisi yg sulit kita bisa berbagi senyuman :D

      Hapus
  13. Iya, kebaikan itu menyebar dengan cepat. Seperti api semangat yang berkobar. Karena wajah bahagia usai berbagi itu membuat orang iri dan ingin segera turut melakukannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang nerima bahagia
      Yang memberi bahagia
      Yang lihat bahagia
      Semoga makin banyak yg kekgini ya mbak biar cepat sejahtera masyarakat Indonesia, aamiin

      Hapus
  14. Seandainya yg ngomporin wakaf dan sedekah lebih banyak jumlahnya ketimbang ngomporin berita hoax, sudah hilang orang miskin dari Indonesia ya Mba Una. Hihihi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setujuuuu
      Bener banget nihh,
      Tapi ya kebiasaan manusia sih, kek Chanel atau postingan kebaikan biasa sepi, yg receh yg hoax yg gosip rauaame 🤭

      Hapus
  15. Kalau ada begitu banyak orang baik seperti ini, juga seperti filantropi Dompet Dhuafa sepertinya ngga ada orang yang kelaparan lagi di Indonesia. Mudah-mudahan semangat kebaikannya menular lebih luas lagi ya mba. Aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin..
      Nah itu kalau lebih banyak yg peduli, yg kaya peduli gak mikir diri sendiri Insyaallah aman lah, lah ini kadang ngerasa kaya kurang kaya
      Dan yg kehidupannya miskin pun kadang masih gak tau kepentingan dengan tetap merokok misalkan, padahal kalau kebiasaan itu dihilangkan bisa buat yg lain..

      Hapus
  16. Lengkap banget ya program-program yang ada di dompet dhuafa ini. Dari 5 pilar program itu sudah banyak masyarakat yang terbantu. Sudah selayaknya kita ikut ambil bagian dari berbuat baik itu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kuy kuy
      banyak orang baik biar semua senang sejahtera, hehe

      Hapus
  17. setuju kalo kebaikan tersenyum bisa menular, kadang waktu berpapasan sama orang nggak dikenal, ehh kok tiba tiba tersenyum kayak udah tau gitu sebelumnya, otomatis disenyumin balik lagi. ini berarti banyak orang orang baik di sekitar kita

    BalasHapus
    Balasan
    1. Senyum adalah bahasa sapaan di seluruh dunia hehe walau gak kenal gak ngerti bahasanya,. But with smile berasa udah kenal hehe

      Hapus
  18. Iya juga ya, kl disekitar kita orang baik, kita akan ikut baik. Trus ga hanya nular, kadang nyandu karena berbuat baik punya kepuasan yg tak ternilai. Tentunya niat karena Allah 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bang, mudah-mudahan kita termasuk yg nebar kebaikan yaa

      Hapus
  19. Dilema juga ya memberi tapi memosting atau tidak, ada sisi positif negatifnya . Menurut aku kembali ke masing-masing pribadi sajalah, hanya saja kembali lagi memberi motif utamanya untuk berbagi bukan menyombongkan diri

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak,
      Yang penting niat kita biar menular kan,
      Urusan dinilai negatif ya let it flow aja hehe

      Hapus
  20. Sudah memasuki bulan ramadhan, kita jangan sampai lupa menunaikan zakat.
    Dan tentu saja kebaikan-kebaikan lainnya jangan dilupakan...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Apalagi blogger kaya kita ya mbak, sudah saatnya saling mengingatkan temen lain melalui blog post kita

      Hapus
  21. Wah, aku terharu baca artikelnya. DD menebar kebaikan, donator pun menebar kebaikan. Sambung menyambung. Semoga berkah ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Se frekuensi bun hehehe,
      Aamiin semoga berkah,

      Hapus
  22. Saya suka dengan quotesnya. Memang bener, kebaikan itu seharusnya menular. Berlomba-lomba dalam kebaikan itu rasanya menyenangkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dan dianjurkan dalam agama
      "fastabiqul khairat" hehe

      Hapus
  23. Virus kebaikan perlu ditularkan ya mba. Saya sangat setuju, kadang melihat orang lain berbuat baik kita pun jadi terpancing untuk ikut berbagi. Jadi sah2 saja kalau kita melihat orang mengabadikan moment berbaginya dengan tujuan supaya yang melihat juga mau berbagi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa,
      Kalau liat youtuber yg suka berbagi misal kek Chanel baim paula, hobby makan, terus mikir kapan ya punya banyak duit biar gampang berbagi hehehe
      Terus mikir berbagi gak mesti jadi kaya dulu kok :)

      Hapus
  24. Memang berat ya ramadhan di tengah virus corona. Tp ternyata, selama masa pandemi ini kita juga bisa menyebarkan virus yg lain, yaitu virus menebar kebaikan. Semoga virus kebaikan yg satu ini bisa menular ke semua org

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin
      Nah itu walau berat dan do lockdown, Kebaikan tetap bisa disebar tanpa harus di lockdown

      Hapus
  25. Aku setuju bahwa berbagi itu dipublikasikan. Jangan lihat riya'-nya. Apalagi kalau berdonasinya melalui lembaga filantropi. Selain menggugah sisi kemanusiaan dan membantu teman-teman yang mau berdonasi tapi nggak tahu caranya, juga membantu mereka yang pernah punya pengalaman berdonasi tapi ternyata adalah korban penipuan.

    Tentunya mereka ingin uang hasil jerih payah benar-benar tersalurkan kepada pihak yang membutuhkan alias tepat sasaran. InsyaAllah, terwujud nyata lewat Dompet Dhuafa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Biar tersalur memang baik melalui lembaga sih mbak,
      Hehe
      Dan Dompet Dhuafa jadi pilihan utama

      Hapus
  26. Berbagi kebaikan akanamenghasilkan kebaikan lainnya. Bukan hanya untuk penebar kebaikan, tapi untuk orang-orang yang disekitarnya.


    Semoga kita semua menjadi pelopor kebaikan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin,
      Semoga kita istiqomah dalam kebaikan

      Hapus
  27. Benar sekali. Berbuat baik itu menular. Pun yang tidak harus berupa uang yang bisa ditebarkan. Disesuaikan dengan kadar kemampuan masing-masing.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener mbak bahkan dalam hadist pun disebut kita juga boleh berbagi semasa sempit atau tidak mampu mungkin dengan tenaga

      Hapus
  28. Barakallah, semoga bisa menjadi kompor dan terus menebarkan kebaikan. Sesungguhnya kebaikan apapun pasti kembali pada kita sendiri. Good job kk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa iyyaki Barakallah fiik mbakk,
      Bener itu adalah bentuk bekal yang menjadi 'harta' kita yang sesungguhnya di akhirat kelak

      Hapus
  29. Terima kasih kak sudah diingatkan tentang menebar kebaikan. Yang paling sederhana dari sebuah senyuman ya. Tapi ini termasuk sulit buat aku yang enggak pedean senyum duluan hehehe.
    .
    Masyallah keren kakak dan teman-temannya bisa menjadi kompor dalam menebar kebaikan termasuk menggalang dana untuk wakaf pembebasan lahan di sekitar pesantren. Dalam kurun waktu seminggu bisa terkumpul nominal di atas.
    Sama kerennya dengan dompet dhuafa yang banyak program untuk menebar kebaikan untuk membantu sesama. Termasuk di masa pandemi ini, bahkan dengan sigap menggalang donasi untuk sama-sama cegah dan tangkal corona.
    .
    Aku setuju, kalau postingan berbagi itu bukan riya tapi menebar kebaikan. Ya kan siapa tahu diam-diam bisa bikin orang di sekitar jadi tergugah hatinya buat ikutan berbuat hal yang sama :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Akupun sebenarnya gitu,
      Kaya kalau mau senyum, ntar dikira sksd, ntar gak dibalas senyum,
      Tapi pernah ku coba dan ya itu dibalas,
      Jadi jangan takut memulai senyum 😊

      Hapus
  30. Wah ini alumni kesayangan direktur nih keknya yaa,, baek kali mau jd inisiator penggalangan dana utk pondoknya. Keren Una, menularkan virus kebaikan yaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha Alhamdulillah bisa jadi inisiator, bentuk sebuah pengabdian kak,
      Karena selalu diingatkan di jidatmu ada tulisan Raudhah,
      Hehe

      Hapus
  31. bener ka una, aku setuju dengan pendaapat kakak dan teman2. kebaikan yang kita lakukan sejatinya akan mengalir ke kita juga ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dan menjadi bekal di akhirat nanti, aamiin

      Hapus
  32. Sepakat banget kalau udah habis menebar kebaikan itu, rasanya enaaak banget. Padahal meski yang dilakukan gak seberapa, tapi senang aja bantu orang lain ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak tri, liat senyum nya apalagi pas didoakan kembali, duhh jadi pengen terus berbagi

      Hapus
  33. Palagi skrg bulan Ramadhan ya, dan covid pulak, pintu pahala makin terbuka selebar lebarnya untuk yang berbagi, MasyaAllah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mom,
      Jangan tidak ambil bagian,
      Apalagi bisa online melalui website dompet dhuafa, diam di rumah pun bisa terus berbagi

      Hapus
  34. Betul, kebaikan itu memang menular dan nggak usah menggubris omongan orang, karena penilaian dari Allah lebih penting

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbaakk,
      Syukur syukur ada yang mengikuti dan mendoakan Alhamdulillah

      Hapus
  35. Setuju banget k, kebaikan itu memang menular dan insyaAlloh bila dibagikan lewat tulisan pun tidak dikatakan riya ya k, soalnya saya tipe yang dilema takut dibilang riya. Astagfirullah ada saja ya ka orang seperti itu. Teruslah berbagi kebaikan ya k. Dompet Dhuafa menjadi wadah kita untuk menyalurkan kebaikan dengan berbagai layanannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar walau di rumah aja,
      Dompet Dhuafa bisa menjadi jembatan kita untuk berbagi dan menebarkan kebaikan lainnya

      Hapus
  36. Semoga banyak yang tertular (kebaikan). Hehe.. Dulu pernah mau daftar SGI tapi nggak jadi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiiin,
      Ohiya mas? Sebelum jadi guru kah mau daftarnya?

      Hapus
  37. Menularkan kebaikan memmang dimulai dengan melakukan kebaikan itu sendiri. Semakin banyak yang berbuat baik, bisa saja kebaikan itu kembali kepada kita

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bener bang, dari diri terus ngajakin keluarga atau teman, biar sejahtera gak sendiri hehe

      Hapus
  38. Dimulai dari berbagi senyum, kemudian berbagi harta kalau mampu. Begitu mudahnya berbagi, apalagi dengan adanya layanan DD. Semoga kita semua bisa menjadi pelopor kebaikan tersebut ya gan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bener kak,
      Tidak ada harta kadang bisa membantu melalui tenaga atau menjadi kompor kebaikan hehe

      Hapus
  39. Masyaallah beneran nikmat ya efek menebar kebaikan ini. AKu juga merasakan plong dan lebih bahagia aja kalau bisa memberi manfaat. Padahal kadang ya cuma sederhana aja. Tapi efek bahagianya bisa lama dan menenangkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mbak ngerasa gitu juga kan?
      Alhamdulillah semoga kita bisa terus berbagi, aamiin

      Hapus
  40. Kalo udah berbuat baik itu memang rasanya la terkataken kata orang karo, wkwk. Nancep ke hati senengnya na..

    BalasHapus
  41. Bener ya, kebaikan itu bisa menular makanya jangan ragu ya berbuat kebaikan sekecil apa pun

    BalasHapus
  42. Benar mba. Kebaikan itu menular lhooo... Apalagi yang dikoar-koarkan terus, memicu yang lain untuk berbuat kebaikan juga. . semangat #menebarkebaikan di bulan suci ya mba. Semoga Allah meridhoi

    BalasHapus
  43. Setuju banget kalau kebaikan itu menular
    Ada vibe getaran yang meresonansi ke sekeliling
    Energi kebaikan itu nyata!

    BalasHapus
  44. Ada rasa puas tersendiri yaaa setelah menebar kebaikan dengan ikhlas

    BalasHapus
  45. bener bgt kak, senyum itu mnular, pun bgt dengan kebaikan
    baca artikel ini bikin hati tuh berasa lega plonggg kenapa yaa, hihi

    BalasHapus